Aside
Waktu itu aku lihat Dia
Dia mengulurkan tangan ke bawah
Sekarang aku. .
Aku tidak lihat Dia
Lalu kutanya, “Mengapa?”
Kujalani perenunganku
Aku yang tidak lihat Dia
Bukan Dia yang tidak mengulurkan tangan lagi
Mungkin kalau aku melihat Dia
Dia masih mengulurkan tangan-Nya
Tapi Dia juga menangis
Karena kesombonganku
Aku harus minta maaf pada-Nya!
Hari ini aku tahu lagi bahwa
Dia baik sekali ya🙂

Aku yang salah

2 responses »

  1. bukan situ yang salah.
    kalau saya yang jadi tuhan, saya bakal terbang memutar
    menyelamatkan situ sebisanya
    bukan sekedar mengulurkan

    however, nice writing

    • hehehe.
      puisi ini sebenarnya tentang saya yang mulai melupakan Tuhan dan merasa mampu berjalan tanpa Dia.
      tentu saja itu kesalahan saya🙂
      Dia tidak berubah, saya yang kerap kali berubah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s