Aside

“Tahukah kau bahwa keKristenan bukan suatu agama? Tahukah kau apa arti agama? Agama terjadi ketika manusia berusaha untuk mencari dan menemukan jalan ke surga. Dalam hati setiap manusia memang tertanam keyakinan bahwa Allah bersemayam di sana. Hidup sebagai orang Kristen bukanlah hidup sok bijaksana atau sok religius, karena keKristenan sama sekali bukan berbicara tentang manusia yang mencari Allah, melainkan Allah yang mencari dan menemukan manusia. Oleh karena itu, orang Kristen, yang kau anggap ‘berlebihan’ itu, sesungguhnya memang mempunyai sesuatu yang lebih darimu. Mereka adalah umat-umat pilihan Allah. Allah yang bersinar dari Sion, puncak keindahan itu. Allah-lah keindahan yang sebenarnya. Allah-lah yang berkilau, dan manusia bertugas untuk memantulkan kilau-Nya. Maka dengarlah ini dan jangan yang lain.

Allah. Allah yang mana yang kau maksud? Allah yang Sejati atau allah buatan agama? Kebenaran, bukankah Pilatus juga pernah menanyakan: Apakah kebenaran itu? Namun, kau, seperti Pilatus, hanya menanyakannya sebagai lelucon. Karena kau tak percaya. Tahukah kau bahwa kebenaran sejati hanya dapat diperoleh dari Allah yang Sejati? Kasih sayang, rasa tenang dan nyaman yang sejati pun hanya diberi oleh-Nya. Maka, kau salah, kawan! Ini justru tentang mencari kebenaran sejati. Lawan dari kesejatian adalah kepalsuan. Orang sepertimu, yang mengasihi dengan kepalsuan, tentu saja akan mengganggu kasih yang sejati. Kau TIDAK AKAN DAPAT berbuat kasih untuk sesama dengan kasihmu yang palsu itu. Kasihmu palsu, penderitaanmu palsu, maka kebahagiaanmu juga pasti palsu, teman. Dan, kau sedang berakhir dalam penipuan diri yang tak pernah kau sadari. Ya, tak mungkin kau benar-benar menghargai hidupmu jika kau tak menghargai kematian Yesus Kristus yang Sejati bagimu. Teman-temanmu adalah para pendosa yang menjual tubuhnya dan yang kau hargai adalah kematian orang-orang berdosa, bukannya kematian Anak Tunggal Allah, Yang Tidak Berdosa. Padahal, sekalipun orang berdosa A mungkin saja mau mati bagi orang berdosa B, tetap saja si orang berdosa B akan meninggal suatu saat nanti. Kau lupa itu, kawan. Hanya Yang Tidak Berdosa yang dapat mati menggantikan orang berdosa B sehingga ia tidak perlu lagi memperoleh kematian kekal. Itulah sebabnya kau tak kuatir akan akhir dunia, dan hatimu jauh dari pertimbangan surga dan neraka, karena memang kau mencintai pikiranmu sendiri. Surga yang kau buat sendiri di dunia ini, surga palsumu itu, adalah alasan mengapa kekacauan di dunia terjadi. Kau menjadi allah di surga palsumu. Kau begitu ingin menjadi allah. Kau membuat peraturanmu, kebahagiaanmu, saling berbagimu, pengorbananmu, keindahanmu, jalan hidupmu dan tanggung jawabmu sendiri. Kau berusaha untuk menjadi berguna bagi orang lain dengan pikiranmu sendiri. Dan semua orang pun berpikir demikian. Maka, kau dan merekalah yang menimbulkan kekacauan itu, teman! Memang kekacauan saja yang akan timbul dari kejatuhan manusia dalam dosa, manusia tak punya kebaikan sama sekali. Semua manusia mengambil jalannya sendiri. Jalan-jalan itu palsu, kawan. Justru kaulah yang sedang hidup dalam imajinasi, dalam kepalsuan. Maka, kukembalikan pertanyaanmu: mengapa tidak konkrit saja?

Jujurlah, kawan! Untuk sesama atau untuk dirimu? Untuk dirimu, tetapi berkedok untuk sesama, bukan? Karena itu palsu. Kau tak mungkin mengasihi mereka, kau bahkan bilang padaku bahwa kau tak butuh kebenaran, bagaimana mungkin kau berani mengatakan UNTUK SESAMA? Kau, dan semua teman-teman ‘beragama’mu sedang berusaha membuat jalan masing-masing yang tak pernah bersatu. Bagaimana bisa kau tak butuh kebenaran sejati untuk membuat satu jalan yang menuju kedamaian? Hanya kebenaran sejati yang dapat membuat masing-masing orang tidak berjalan menurut keinginannya masing-masing, lalu menciptakan damai. Maka jangan sombong, kawan! Kau salah besar. Kau begitu sesat, jauh dari kebenaran, bahkan berjalan membelakanginya, jadi jangan lanjut berkata-kata soal damai, kasih, Tuhan, malaikat, iblis, dll, karena semua itu berasal dari pikiranmu sendiri. Saat ini, tidak terbayangkan betapa Tuhan kecewa padamu. Kebenaran-Nya yang sejati pastilah sangat diganggu oleh kepalsuan dalam seluruh hidupmu, bahkan lagakmu untuk menerima kelebihan dan kekurangan orang lain yang juga adalah palsu. Kau mengeluarkan kalimat tanpa rasa was-was sama sekali, masakan kau berani mengatakan bahwa Martin Luther telah menghancurkan tulisan-tulisan jaminan kekekalan? Apakah kau belajar sejarah, kawan? Apakah kau begitu sering mengumpat sehingga kau tak punya waktu untuk belajar? Sudahlah, menyerahlah, jangan kau tutup dirimu terhadap kasih Kristus yang Sejati yang telah tersedia di depan matamu.

Dan, jangan kau kira aku bersedih ketika kau mengataiku bukan seperti manusia lagi. Aku memang bukan manusia sepertimu. Aku bukan dari dunia ini. Aku telah hidup baru. Aku tahu bahwa aku berasal dari Allah yang Sejati dan aku tidak lagi mati di dalam dosa, melainkan hidup di dalam anugerah. Maka, mengingat kapan kita pertama kali bertemu adalah hal yang tidak penting, tetapi kukatakan padamu, inilah yang penting: jadilah dirimu sendiri! Dirimu yang sejati sesuai dengan tujuan yang Allah tetapkan ketika Ia menciptakanmu, bukan dirimu yang palsu! Dan hiduplah!

Tuhan yang Sejati tidak menciptakanmu untuk membinasakanmu. Ia telah mengirimkan Anak-Nya supaya kau percaya kepada-Nya dan beroleh hidup! Dan, di sinilah kau boleh melihat dan bertemu dengan kasih-Nya! Sekalipun kau, dalam ketidakmengertianmu, rela binasa dalam kekekalan, Tuhan yang Maha Besar itu tidak tega melihatmu menipu diri terus-menerus di dalam dunia yang sesaat ini. Dia ingin kau mengikut Kristus dan menikmati keselamatan, bukan hanya di surga nanti tetapi juga di dalam dunia ini. Karena itu, kawan, siapakah kau yang berhak menilai Tuhan, mengatakan bahwa Tuhan adalah ini dan itu, menganggap kerdil satu-satunya Tuhan yang Sejati dan yang Hidup, yang telah mewahyukan Diri-Nya dalam Yesus Kristus melalui Kitab Suci? Alkitab telah memberitakan tentang surga, neraka, kasih Tuhan, kebahagiaan yang sejati dan segala hal yang kau butuhkan untuk menjadi manusia yang kritis dalam akal dan kepekaan sehingga kau dapat melihat Allah yang sejati. Aku berdoa agar kau benar-benar mau dan benar-benar memilih Kristus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamatmu. Dan berbahagialah, kawan! Jadilah orang yang sungguh-sungguh berbahagia!”

Untukmu, Ya, Kau Tahu Siapa Dirimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s