Aside
John Piper in Life as a Vapor

 

Jika, oleh anugerah Allah, Anda diyakinkan bahwa Allah di pihak Anda bukanlah musuh Anda, maka semakin banyak bukti tentang kedaulatan Allah yang Anda temukan, semakin Anda berbahagia. Dan semakin luas cakupan dari kedaulatan Allah, semakin Anda merasa aman dalam segala bahaya kasih.

Dan Ia memang di pihak kita. Injil adalah kabar baik bahwa, karena darah dan kebenaran Kristus, kita dibenarkan oleh iman semata, dan Allah di pihak kita selamanya. Dalam Roma 8:31-33 Paulus berkata, “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang dapat melawan kita? … Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah?”

Jadi, jika Allah di pihak kita, maka seluruh kuasa-Nya ada di pihak kita. Seluruh kedaulatan-Nya dikerahkan untuk kebaikan kita dan tidak pernah untuk menyerang kita. Segala ketetapan-Nya ditujukan bagi keuntungan kita yang sebesar-besarnya. Bagaimanakah Allah yang berdaulat bertanggung jawab atas hal-hal yang mengancam hidup kita? Ketika Allah memberi perintah, siapa dan apa yang harus taat?

Mari kita mulai dengan level musuh tertinggi. Malaikat-malaikat baik dan roh-roh jahat harus taat ketika Allah memberi perintah kepada mereka dengan otoritas yang tertinggi:”Pujilah TUHAN, hai malaikat-malaikat-Nya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya!” (Mazmur 103:20). “Ia bahkan memerintah roh-roh jahat, dan mereka taat kepada-Nya” (Markus 1:27). Jadi, tidak ada roh jahat yang dapat berbuat apa-apa kepada orang pilihan Allah kecuali menjalankan maksud ultimat dari Allah yang ada di pihak kita. Sebagai contoh, perhatikan 2 Korintus 12:7-9,

Supaya aku tidak terlalu meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan terlalu meninggikan diri. Tiga kali aku berseru kepada Tuhan, supaya utusan iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku,”Kasih karunia-Ku cukup bagimu, sebab kuasa-Ku dijadikan sempurna di dalam kelemahan.” Karena itu aku akan lebih senang lagi bermegah karena kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Duri dalam daging bagi Paulus adalah “seorang utusan Iblis.” Rancangan Iblis adalah kesengsaraan Paulus dan kehancuran imannya. Ia ingin Paulus mengutuki Allah, seperti halnya ia ingin Ayub mengutuki Allah. Paulus berdoa agar “utusan Iblis” ini disingkirkan. Tiga kali Kristus yang sudah bangkit menjawab tidak. Kemudian Ia memberikan alasannya: Kuasa ilahi-Nya sendiri akan dibesarkan dalam kelemahan Paulus. Dengan kata lain, rancangan Kristus untuk duri ini sama sekali bertentangan dengan rancangan Iblis. Iblis ingin menghancurkan iman Paulus dan merendahkan Kristus. Kristus ingin agar duri ini memurnikan iman Paulus dan meninggikan kuasa-Nya. Ironinya di sini adalah bahwa siksaan Iblis menjadi bumerang dan menjadi sarana pengudusan − Iblis pasti berang ketika Allah melakukan hal ini. Allah tahu Ia akan melakukan hal ini ketika Ia mengizinkan Iblis untuk menyerang Paulus. Karena itu, Iblis pun merupakan bagian dari rancangan Allah untuk memberkati Paulus dengan kecakapan yang lebih besar dan memuliakan kuasa Kristus.

Selanjutnya mari kita membahas musuh yang nyata dari dunia alam yang seringkali mencelakai kita dengan malapetaka dan bencana dan penyakit dan rintangan. Seberapa berdaulatkah Allah terhadap alam? Bagian-bagian manakah dari alam yang dapat diperintah-Nya dengan kuasa yang efektif? Berikut ini adalah beberapa contoh alkitabiah:

“Aku telah memerintahkan burung-burung gagak untuk memberi makan engkau di sana” (1 Raja-raja 17:4). “Pernahkah dalam hidupmu engkau menyuruh datang dini hari atau fajar kau tunjukkan tempatnya?” (Ayub 38:12). “Ia memerintahkan langit di atas … dan Ia menurunkan kepada mereka manna” (Mazmur 78:23-24). “[Ia] memberi perintah kepada matahari, sehingga tidak terbit, dan mengurung bintang-bintang dengan meterai” (Ayub 9:7). “TUHAN mengutus seekor ikan besar untuk menelan Yunus” (Yunus 1:17). “TUHAN Allah menumbuhkan suatu tanaman dan membuat tanaman itu tumbuh menaungi Yunus” (Yunus 4:6). “Allah mengutus seekor ulat untuk menyerang tanaman itu, sehingga layu” (Yunus 4:7). “Ia memerintahkan dan membangkitkan angin badai, yang meninggikan gelombang-gelombang di laut” (Mazmur 107:25). “Siapa gerangan orang ini, sehingga Ia memberi perintah kepada angin dan air dan mereka taat kepada-Nya?” (Lukas 8:25). “Ia menyampaikan perintah-Nya kepada bumi; perkataan-Nya berlari dengan tangkas. Ia menurunkan salju seperti bulu domba; Ia menghamburkan embun beku seperti abu” (Mazmur 147:15). “Ia melemparkan kristal-kristal es-nya seperti pecahan-pecahan; siapakah yang tahan berdiri menghadapi dingin-Nya?” (Mazmur 147:17). “Aku akan memerintahkan awan-awan supaya mereka jangan menurunkan hujan ke atasnya” (Yesaya 5:6). “Kedua tangan-Nya diselubungi-Nya dengan kilat petir dan memerintahkannya untuk menyambar sasaran” (Ayub 36:32).

Jika Allah memerintah semua roh jahat dan semua elemen-elemen alam, dan mereka taat kepada-Nya, dan jika Allah selalu di pihak kita dan tidak menjadi lawan kita, maka segala sesuatu yang menimpa orang-orang pilihan dimaksudkan untuk kebaikan kita. Segala sesuatu. “Segala sesuatu turut bekerja untuk kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia dan yang dipanggil menurut rencana-Nya” (Roma 8:28) karena Ia mengatur segala sesuatu dan hanya berada di pihak kita dan bukan menjadi lawan kita.

Bukankah ini merupakan maksud dari perkataan Yesus ketika Ia berkata, “Bukankah burung pipit  dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu … Karena itu, jangan takut, sebab kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit” (Matius 10:29, 31)? Logikanya di sini adalah bahwa ketakutan akan dibenarkan seandainya Allah tidak mengatur peristiwa-peristiwa yang remeh seperti kematian burung-burung pipit. Tetapi karena Ia sungguh-sungguh mengatur semuanya itu, dan karena Anda lebih berharga daripada banyak burung-burung pipit, ketakutan tidak dibenarkan. Kedaulatan Allah (tidak ada burung yang mati tanpa Dia) dan belas kasihan Allah (Ia lebih menyayangi Anda) menyingkirkan ketakutan ketika seolah-olah dunia ini menjadi tidak terkendali.

Tetapi perintah-perintah Allahh yang termanis bukanlah perintah kepada roh-roh jahat dan burung-burung gagak dan angin. Perintah-perintah Allah yang termanis adalah perintah-perintah kepada kasih dan berkat dan perjanjian-Nya sendiri. “Pada siang hari TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya, dan pada malam hari nyanyian-Nya ada padaku” (Mazmur 42:9). “Sebab di sana TUHAN telah memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya” (Mazmur 133:3). “Ia mengirimkan penebusan kepada umat-Nya; Ia telah memerintahkan perjanjian-Nya selamanya. Kudus dan dahsyatlah nama-Nya!” (Mazmur 111:9). Perintah- perintah yang termanis diberikan Allah kepada kasih-Nya sendiri: Kasih, pergilah kepada umat-Ku dengan kuasa yang tertinggi!

Betapa dahsyatnya!♥

Perintah-Perintah Allah yang Manis kepada Roh-Roh Jahat, Angin, Burung-Burung Gagak, dan Kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s