Aside

Pdt. Billy Kristanto

Perhatikan dua contoh pemilik perusahaan berikut. Yang seorang mempekerjakan robot-robot yang menuruti saja segala perintahnya, dan yang seorang mempekerjakan pegawai-pegawai kritis yang berpotensi untuk melawan atau membantah perintahnya. Jika keduanya menghasilkan kerja yang sama baiknya, siapakah di antara kedua orang ini yang akan lebih dihargai dan dipuji karena kehebatannya sebagai pemilik perusahaan?

Demikian pula Allah, seolah ‘mengambil resiko’ Diri-Nya tersakiti, Allah yang sempurna menciptakan manusia yang tidak sempurna. Allah tahu sejak awal bahwa manusia itu akan menyakiti-Nya, tetapi itulah yang menjadikan manusia itu unik. Mudah sekali kalau Allah ingin menciptakan kita sebagai makhluk-makhluk sempurna. Ia dapat melakukan itu, tentu saja. Dan sebenarnya, Allah memang telah menciptakan banyak benda-benda sempurna untuk bekerja seperti robot. Matahari, bulan dan bintang diciptakan-Nya dengan sempurna sehingga dapat dengan sempurna mengerjakan perintah-Nya. Lalu, pada saat menciptakan manusia yang tidak sempurna, terlihatlah kebesaran dan keluasan hati Allah. Ini adalah sebuah demonstrasi besarnya cinta kasih Allah yang menyatakan kemuliaan-Nya sendiri.

***

Ini merupakan jawaban dari pertanyaan saya di sini.

Mengapa Tuhan menciptakan manusia tidak sempurna?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s