Aside

I fled Him, down the nights and down the days;

I fled Him, down the arches of the years;

I fled Him, down the labyrinthine ways

Of my own mind; and in the midst of tears

I hid from Him, and under running laughter.

Up vistaed hopes I sped;

And shot, precipitated,

Adown Titanic glooms of chasmèd fears,

From those strong Feet that followed,

followed after.

But with unhurrying chase,

And unperturbèd pace,

Deliberate speed, majestic instancy,

They beat − and a Voice beat

More instant than the Feet −

‘All things betray thee, who betrayest Me’.

***

Kujauhi Dia, sepanjang malam dan selama siang;

Kujauhi Dia, sepanjang rentang tahun-tahun;

Kujauhi Dia, dengan cara yang rumit

Dalam pikiranku sendiri; dan di tengah air mata

Ku bersembunyi dari-Nya, dan di bawah gelak-tawa,

Harapan akan pandangan yang tinggi kukejar;

Dan berbalik, tiba-tiba,

Tenggelam dalam bayang-bayang raksasa ketakutan

Dari sana Kaki yang kuat mengikuti,

mengejar.

Tetapi dengan pengejaran yang tidak tergesa-gesa,

Dan langkah yang tenang,

Kecepatan penuh pertimbangan, keagungan segera,

memukul − dan sebuah Suara memukul

Lebih segera daripada Kaki −

‘semua hal mengkhianati kamu,

hai kamu yang mengkhianati AKU’.

(Francis Thompson)

(the Hound of Heaven) Anjing Pemburu dari Surga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s