Aside
Kenyamanan tidak sama dengan kebahagiaan.
Duduk di sofa tentulah nyaman.
Bersama dengan orang yang dicintai tentunya bahagia.
Mana yang Anda pilih, duduk di sofa bersama seorang yang sangat menyebalkan bagi Anda, atau duduk di tanah bersama seorang yang Anda cintai?
Apakah kenyamanan adalah suatu fenomena yang mengaburkan pandangan kita terhadap kebahagiaan sebagai nomena/ inti dari segala kerinduan manusia di seluruh dunia?
Apakah hidup, sehingga kita berharap untuk sesuatu yang lebih dari sekedar hidup?

Kita ingin kebahagiaan.

Kebahagiaan adalah unsur kekekalan.
Kebahagiaan adalah hal yang membuat manusia mengusahakan hidup.
Kebahagiaan membuat manusia terus berharap.
Kebahagiaan, dia mendahului setiap tindakan.
Kebahagiaan, menjadi kekuatan yang mengokohkan setiap langkah.
Kebahagiaan, mendorong semangat lahir dari kaki yang terseok-seok.
Kebahagiaan, mengapa begitu terburu-buru menghantui setiap kita?
Karena kebahagiaan adalah hakikat hati setiap manusia.
Kebahagiaan bukanlah ketiadaan dari kesedihan.
Ia adalah lawan dari kesia-siaan.

Kesia-siaan adalah akhir dari segalanya.

Tak ada kekekalan di dalam kesia-siaan.
Aku ingin berada di dalam kebahagiaan.
Aku ingin bahagia.
Aku ingin merasa bahagia tanpa meniadakan kenyamanan.
Bagaimana itu mungkin?
Sementara kenyamanan bersifat sementara.
Dia tidak bertahan.
Dia hanyalah substansi kecil yang hilang di dalam keheningan malam.
Karena dalam malam semua orang mulai gelisah.
Ketidaknyamanan berbicara fisik.
Tapi hatimu, manakah yang benar, apakah hatimu nyaman atau hatimu bahagia?
Aku tahu hatiku berbahagia.

KENYAMANAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s