LIFE

Jika engkau emas murni, mengapa takut api?
Api yang terpanas, sekalipun akan meleburmu
Tidak akan dapat mematahkan kebenaran
Bahwa engkau adalah emas murni

Dan semua leburan akan tetap berupa emas
Tidak akan terlihat lelehan zat lainnya
Tidak akan terdapat perubahan pada kandungannya
Karena engkau adalah emas murni

Bagaimana Anda menguji iman yang murni di tengah- tengah zaman yang bengkok ini?
Dengan melihat bagaimana iman itu bertahan
Iman yang palsu akan jatuh
Iman yang murni akan bertahan

Kebenaran adalah hakekat Allah
Dan semua yang dinyatakan oleh-Nya kepada manusia adalah kebenaran
Bagaimana manusia mengenal kebenaran Allah tanpa penyataan dari Allah?
Bagaimana ciptaan dapat mengenal Pencipta dengan hanya mereka- reka?

Yesus Kristus datang ke dalam dunia
Suatu penyataan Allah bagi umat manusia
Yesus hidup di dunia hanya sampai usia 33 1/2 tahun
Tetapi pengikut-Nya hingga kini berjumlah 2 milyar orang di seluruh dunia

Bisakah dengan akal pikiran Anda menyatakan siapa diri Anda?
Penyataan Allah tentang diri-Nya sekaligus menuntun kita mengenal diri kita
Kita tidak akan memperoleh jawaban yang memuaskan dari ilmu psikologi
Karena psikologi adalah bagaimana manusia mencoba untuk mengerti manusia

Tidak sedikit orang yang mengaku diri Kristen, tapi tidak mengerti arti keKristenan
Beberapa orang mengerti tetapi tidak berani mengambil langkah berjuang karena takut
Takut akan manusia, akan pendapat orang lain, keinginan untuk selalu menyenangkan orang lain
Kepercayaan yang demikian bukanlah kepercayaan yang sejati

Berapa lama lagi Anda akan menunggu? Apakah kepercayaan Anda hanya sebatas pengetahuan?
Tahukah Anda bahwa kepada orang yang tahu lebih banyak, akan dituntut lebih banyak pula?
Kristen berarti pengikut Kristus
Kitalah orang- orang yang berada di bawah kekuasaan dan pengaruh Kristus

Kita semua adalah budak Kristus
Karena anugerah, kita yang berdosa telah beroleh keselamatan yang cuma- cuma
Dari budak dosa kita telah berpindah menjadi budak Kristus
Menundukkan seluruh pemikiran dan hati kita di bawah kuasaNya, itulah fokus hidup kita

Jika kita telah ditebus, bukankah kita rindu orang lain juga diselamatkan?
Takutlah kepada Allah, galilah kebenaran di dalam FirmanNya
Carilah pengajaran yang benar dan bersekutulah di dalamnya
Lalu beritakan keselamatan itu pada orang lain

Siapakah kita sehingga Dia berkenan menyatakan Diri pada kita?
Kita hanyalah ciptaan
Dengan tugas yang Allah terlalu percayakan bagi kita
Tugas besar yang harus kita lakukan bagi kemuliaan-Nya

Di akhir tahun ini,introspeksilah diri
Apakah kita sudah menempatkan Allah di posisi Allah?
Sesering apa kita mencari pengertian di dalam Firman Tuhan?
Jika tidak demikian, kita hanyalah seorang atheis praktis
Dan sia- sialah semua pekerjaan kita
Karena segala sesuatu di bawah kolong langit adalah sia- sia tanpa penyertaan Tuhan

- Maria Magdalena Kristanti Nainggolan-

Published in:  on December 29, 2009 at 6:06 am Leave a Comment

Inspired by F. CH.

There’s nothing you can do
Being a melancholy makes you write
It’s a must!
The character makes you write
It is too expressive
It is too demanding
You won’t hurt anybody
You won’t hurt yourself too

Expressing your feelings
That’s your strength

How difficult it is for you to breath
It is still easier for you to write
Make it easy on yourself
Believe that you are more than anybody could ever read of

You are someone with very special gift from GOD
You are someone with a very special GOD
You are with GOD
What are you afraid of?
Do what He wants
See while He’s working
It is well with your soul

Feel it
The life
The truth
The way He makes you feel

The feel
It is so merciful
The thoughts
So bountiful

No one can judge
Because only you and Him notice
Only between the two of you
Amazingly blessed with the feelings
Don’t be afraid anymore
He’s taking care of it

Published in:  on December 28, 2009 at 5:59 pm Leave a Comment

Untukmu, diriku yang kucintai

Bebaskanlah dirimu, Qiz..

Berhentilah bersuara.. berteriak.. bermain di dalam hatimu..

Jika itu menyakitkan, teriakkanlah, lalu buang, dan lupakan..

Jangan menahannya, jangan membiarkannya menguasai pikiranmu..

Biarkan pikiranmu berjalan bersama hatimu..

Jangan ada yang menjadi tuan dari yang lain..

Dan sekali lagi, teriakkan isi hatimu, Qiz..

Berhentilah kuatir, karna itu tidak mengubah apapun..

Belajarlah Qiz, menerima dirimu dan mencintainya

Belajarlah untuk segera menangis dan melupakan

Jangan tahan- tahan itu lagi..

Jangan sakiti dirimu terus- menerus..

Kau bisa..

Kau harus bisa!

Karna aku ingin kau bisa!

KAU TAHU KAU DAN AKU BISA!

Published in:  on December 20, 2009 at 6:16 am Leave a Comment

MY CRYING OUT

Actually, it was only part of myself I wanted to kill: the part that wanted to kill herself, that dragged me into the suicide debate and made every window, kitchen implement and subway station a rehearsal for tragedy.

The debate was wearing me out. Once you’ve posed that question, it won’t go away. I think many people kill themselves simply to stop the debate about whether they will or they won’t.

Have you ever feel this way? I do.

Published in:  on December 18, 2009 at 7:41 am Leave a Comment

RESUME

Hold on

Razors pain you;
Rivers are damp;
Acids stain you;
And drugs cause cramp.
Guns aren’t lawful.
Nooses give;
Gas smells awful;
You might as well live.

Published in:  on at 7:27 am Leave a Comment

I just watched this great movie!

Girl, Interrupted! Recommended! You should watch!

Mungkin semua orang di luar sana adalah penipu
Mungkin seluruh dunia ini bodoh dan bebal
Tetapi aku lebih memilih berada disana daripada berada di sini denganmu
Karena hatimu. . dingin. .

Dan kau, kau pikir kau hidup, kau sebenarnya sudah lama mati
Kau pikir semua orang ingin kau mati
Tidak, mereka tidak peduli
Karena kau sebenarnya sudah lama mati

[Tapi tidak. . Kau sebenarnya tidak benar- benar mati. .]

Menjadi gila, bukan berarti menjadi rusak, atau menelan rahasia yang kelam
Menjadi gila berarti. .
Kau, atau aku, semakin diperkuat. .
Dan aku. .
Apakah aku pernah gila?
Ya, mungkin. .

Aku mungkin tidak akan pernah bertemu denganmu
Tapi aku tahu
Tidak ada hari dimana
Hatiku tidak menemukanmu. .

Published in:  on December 16, 2009 at 8:37 pm Leave a Comment

Friends, Lover, or Nothing – John Mayer

See that girl

Now that we are over

As the loving kind

We’ll be dreaming ways

To keep the good alive

Only when we want is not

A compromise

Ill be pouring tears

Into your drying eyes

Friends, lovers, or nothing

There can only be one

Friends, lovers, or nothing

We’ll never be the inbetween

So give it up

You whisper “Come on over”

Cause your two drinks in

But in the morning I will say

Good-bye again

Think we’ll never fall into

The jealous game

The streets will flood

With blood of those who felt the same

Friends, lovers, or nothing

You see

There can only be one

Friends, lovers, or nothing

We’ll never an inbetween

So give it up

Friends, lovers, or nothing

We can really only ever be one

Friends, lovers, or nothing

Don’t you know

We’ll never be the inbetween

So give it up

No we’ll never the inbetween

So give it up

Published in:  on December 15, 2009 at 8:42 am Leave a Comment

what am i doing here?

“negeri besar yang didirikan orang-orang besar ini sedang porak poranda
kegagalan kalian adalah kegagalan jaman
men make history…”

*surprised. .*

i just found these words from a facebook message. .

i just. .

don’t know. .

i don’t want to ruin this country. .

maybe if it is for this country. .

i’ll at least, put up a big fight. .

because this generation needs me to get up.

Published in:  on December 7, 2009 at 7:14 pm Leave a Comment

-.-’

aku gak suka dicintai oleh sahabatku
rasanya seperti pengkhianatan
aku gak suka tatapan yang seperti itu
tidak menjadikanku nyaman, malah menyakitiku

siapa saja, tolong bantu
aku harus bersikap baik pada semua orang
dengan kadar yang berbeda- beda
namun aku tak bisa menerima pengkhianatan

aku tidak suka pertemanan bodoh yang berujung pada sakit hati
aku tidak suka gurauan khas yang berubah jadi sifat sok mesra yang aneh
aku tidak suka dicintai sahabatku
seperti aku membenci pacar yang berselingkuh di depanku

aku benci pengkhianatan yang sok naif dan berkedok ketulusan hati
aku benci suatu pemikiran bahwa sahabat bisa dijadikan pacar
aku benci bertindak sok baik
aku benci kemunafikan

aku terlalu gampang mengungkapkan isi hati kepada banyak orang
tetapi malah sahabatku sendiri yang salah mengartikan
aku tidak bisa menerima pengkhianatan
karena aku tidak mau sampai salah mengartikan kata ‘pengkhianatan’ suatu hari nanti

tolonglah pergi jauh
mungkin waktu akan mengembalikan semuanya
aku orang yang terlalu jujur terhadap perasaanku
aku tidak nyaman jika membohongi perasaanku

aku mungkin butuh teman curhat
tapi jangan salah artikan keluhan dengan cari perhatian
aku mungkin banyak merepotkan
tapi jangan utamakan perasaan saat membantu orang lain

aku tidak suka!
aku menangis karena semua ini!
jadi tolonglah, tinggalkan aku!
aku tidak suka persahabatan yang dikhianati!

Published in:  on December 6, 2009 at 12:09 pm Leave a Comment

dream a dream :)

The Dream by Picasso

Sepertinya menarik, seseorang pernah berkata, begitu banyak orang bermimpi terlalu tinggi hanya untuk mengakhirinya sebagai lelucon.
Selama beberapa menit kuputar otak dan kurenungkan kalimat itu.
Apakah esensinya bermimpi? Apakah salah menjadi si pengkhayal? Di manakah letak batasan mimpi seseorang?
Bukankah kita dianjurkan meraih cita- cita setinggi bintang di langit?
Bagaimana meraihnya jika kita bahkan tidak pernah membayangkannya?
Memimpikan dan meraih mimpi, tampaknya dua hal ekstrim dalam hidup.
Mungkin beberapa orang memang terlahir tidak dapat berimajinasi sejauh yang lain.
Mereka hanya melaksanakan dengan sepenuh hati apa yang di depan mata mereka sekarang, menikmati hidup dengan harapan menjadi sukses seperti kebanyakan manusia lain di sekitarnya.
Beruntunglah menjadi mereka, setidaknya mereka tidak dituntut lebih dari apa yang telah mereka lakukan.
Manusia lainnya, diberikan otak yang ’sedikit saja’ lebih dahsyat(dalam kurung: ‘gila’).
Kemampuan berpikir, menganalisa, membuka, mengoreksi dan mengunci kembali konsep hidupnya secara signifikan dan kontinu.
Semakin mempelajari diri sendiri membuat mereka sadar, bahwa ada hal besar dan lebih berharga di luar sana yang menanti untuk dikerjakan.
Hingga tidak menutup kemungkinan seorang tuli bisa menciptakan harmoni musik yang luar biasa indah.
Beethoven berhasil melawan ketakutan terbesarnya.
Dia bukan hanya mampu bermimpi besar, namun juga mampu mewujudkannya!!
Melihat sejarah kehidupan, orang- orang besar di dunia bermula dari pemimpi- pemimpi besar.
Orang- orang yang pemahamannya tak dibatasi oleh dinding- dinding sempit kemanusiaan.
Yang dapat melihat dengan jeli di balik tembok besar yang menghalangi pandangan sebagian besar orang.
Kebanyakan mereka ‘terpaksa’ bermimpi di bawah tekanan- tekanan hidup.
Yang lainnya hanya ‘dengan senang hati’ mengerjakan kebiasaan menganalisanya.
Ada kemauan, ada jalan. Setiap mimpi selalu punya cara untuk mewujudkannya.
Hanya saja, seperti yang sudah ditulis sebelumnya, pekerjaan meraih mimpi bukanlah hal yang biasa- biasa saja.
Kebalikan dari yang tadi, sebagian orang hanya terlahir untuk bermimpi saja dan kemudian berada di balik layar kesuksesan para eksekutor yang konon kita sebut sebagai orang- orang sukses.
Jadi saya tak menyebut setiap orang sukses termasuk dalam kalangan orang- orang besar, karena yang menjalankan impian itu sendiri terkadang memiliki motivasi yang berbeda dari si pemimpi.

***

Oke oke. Sampai di sini, siapa yang masih mengikuti? Oke, kuharap masih fokus, hehehe :P
Waktu masih smp, aku bermimpi menjadi astronot. Banyak artikel perjalanan ke luar angkasa sampai buku- buku pelajaran tata surya kubaca, kupelihara, bahkan foto planet Saturnus (entah kenapa) kutempel di dinding kamarku.
Waktu itu, aku punya begitu banyak waktu menulis buku harian, merancangkan hari- hari depanku dengan gemilang di kamar berukuran 3×3 meter kubik, di bawah cahaya lampu pijar setiap malam.
Kegemaranku menggunting dan mengoleksi artikel- artikel catatan pinggir di majalah tempo bacaan papaku, serta menggilai kata demi kata di lagu- lagu album perdana avril lavigne (yang kebanyakan menyatakan kebebasan berpikirnya).
Aku suka, sangat suka dengan diriku pada saat itu.
Cintaaaaaaaaaaaa pada keadaan di mana aku menangis, merenung, tersenyum, tertawa, terobsesi dengan pikiranku yang indah ini. :)
Aku bermimpi dan bermimpi banyak hal lagi..

Lalu bla..bla..bla..(hidupku berjalan dengan cepat dan anda tak perlu tahu semua kisah di dalamnya..)

Tadaaaaaaaaaaaaa..
Tibalah aku di usia 20 tahun 8 bulan 9 hari, masih si pemimpi yang sama, hanya saja, caraku menyikapi ‘karunia’ bermimpi ini sudah tak karuan.
Karena tentu saja aku masih bermimpi, tetapi mimpiku tak lagi tentang masa depanku, tapi pada masa laluku.
Andai saja.. andai saja.. andaiiiiii andaiiiii andaiiiii si qiz ini begini begono bla.. bla.. bla.. (kita skip saja lagi..)
Hidup telah mengajarku dengan kenyataan pahit bahwa mimpi- mimpiku tak selalu menjadi kenyataan.
A HUGE CRASH IN THE JOURNEY OF MY LIFE!!!!uh-uh..no no no..
And sadly.. i can’t get up. can’t get rid of it, for sooooo long..
(wait! i’m changing the subtitle!)
Kasihan juga pikirku,kalo jadi orang yang kerjanya melihat ke belakang,bisa- bisa nabrak terus!
And another huge crash will absolutely continue happening..
Tashhhhh!!!!!!!!!!!
Tidak tidak tidak..
Stooooop!!

***

Satu pertanyaan menghampiriku, menyesalkah aku bermimpi menjadi astronot? Bahkan sampai bermimpi menciptakan pesawatku sendiri? (Kayanya ga ada yang percaya ya saya mimpi beginian?)
Tentu tidak!!
Mimpiku belum berakhir! Dia tetap di sana, terkubur di relung sanubariku yang terdalam, dan mungkin, butuh sedikit/banyak make over untuk membuatnya relevan dengan kenyataan hidupku sekarang, hehehe.
Aku berpikir lagi, kurasa, ‘tak ada yang sia- sia’, itu adalah kalimat yang baik.
Tetapi aku juga mengagumi kalimat ‘penyesalan selalu datang terlambat’.. Jangan sampai aku menyesal karena terlalu lama berada dalam penyesalan.
Oke deh di make over! Mimpiku berubah! Bukan mau jadi astronot lagi! Secara aku gak kuliah astronomi sekarang, lagipula aku dah lupa dimana semua peralatan tempur luar angkasaku, mau gimana aku ke mars?
Mungkin aku menyerah pada perjuangan mimpiku yang satu ini tapi bukan berarti aku berhenti bermimpi.
Kupikir, oke jg jadi penulis.. Karna setiap kali menulis, aku plong, aku lega, puaaaasssssss kayak orang yang habis lulus tes setelah berjuang mati-matian, sementara aku gak berjuang sama sekali (HEHEHE), tinggal jebretttt! ketik, ketik.. jadi!!
wow! THIS IS SOOO MARIA QIZ!
Tapi saya juga pengen sukses!!! Kayaknya tulisan- tulisan kayak gini gak bisa menghidupi saya, hehe.
Oke, mimpi harus relevan! Jadi penulis mungkin sampingan aja kali ya..

Pikir pikir pikir.. Akhirnya saya memutuskan, mimpi saya bukan hanya menjadi penulis, tetapi juga menyelesaikan tanggungjawab kuliah di depan mata.
Ini mimpi yang besaaaaaarrr buat saya! Mengapa????
Karena saya salju (salah jurusan,red.)!!!!
Dan saya mengaku akan lebih begitu sangat berbahagia jika masuk jurusan arsi atau seni rupa atau musik, tapi tapi tapi, alasan saya tidak meninggalkannya adalah karena saya ’sedikit’ menyukai pelajaran- pelajaran ini, lalu sayang juga ditinggal.. Kalo saya bisa, kenapa tidak???
Udah tiga setengah tahun disini, yaaa paling banter 1,5 tahun lagi lulus kok. Cuma gak diniatin aja dari awal, gag bener2 dimimpiin. Ckckck.
(Mimpi dilanjutkan dengan analisa, buka, koreksi dan kunci kembali konsep hidup.)
Analisa dan koreksi:
Saya ini orang yang malas, nah apakah mimpi saya ini terhambat perwujudannya dengan kemalasan? Ya! Maka saya tak boleh suka tidur lagi.
Selanjutnya, saya suka menulis, apakah mimpi saya berbenturan? Ya! Maka saya harus membatasi waktu di antara keduanya.
Terakhir, saya suka berpikir terlalu banyak tentang kemungkinan- kemungkinan buruk di depan a.k.a. pesimis (ini jelas- jelas hambatan), saya tentunya harus belajar memaksa diri untuk berbuat daripada berpikir terus (lama- lama jadi sok analitis sekali saya ini).
Membingungkan.. Kepala saya sering dibingungkan oleh diri saya sendiri yang tidak bisa memberi porsi yang seimbang antara berpikir dan berbuat. Ckckck.
Tapi nggak sih, si malas juga yang main- main di belakang dan nyalah-nyalahin si pikiran! Hehe.
Sampai saya kehilangan begitu banyak waktu- waktu berharga karena kemalasan saya merekonstruksi mimpi.
Dan akhirnya mimpi menjadi astronot menjadi sebuah lelucon bagi saya sekarang.
****

Finally i scream to myself!

Helloooo helloooo!!!!!!!
Wake up young lady! You’re getting old soon..
I want you to struggle hard enough to become great woman, before again, you have to re-makeover your dreams when great chances probably will no longer be available!

Amen!

Published in:  on at 11:52 am Leave a Comment